[Jembrana.Seni Budaya] 13.03.2010 19:29
Ribuan Umat Hindu Ikut Melasti
Beritabali.com, Negara, Rangkaian Hari Raya Nyepi Tahun Baru Caka 1932, diawali dengan upacara melasti. Ribuan umat Hindu di Jembrana, mengunjungi Pura Segara pada 14 titik pelelastian yang tersebar di seluruh Kabupaten Jembrana, Sabtu (13/3).
Pantauan di Kecamatan Negara, pelelastian dipusatkan di Pantai Pengambengan. Sejak pagi, umat telah berkumpul di Pura Puseh Banjar Tengah untuk bersama-sama berangkat menuju ke tempat melasti yang berjarak enam kilometer.
Sedangkan, melasti di Kecamatan Jembrana dipusatkan di Pantai Yeh Kuning. Ritual melasti di pantai ini dipimpin oleh Ida Pedanda Gede Mas Putra Timbul dari Gria Mas Jembrana, Batuagung, Jembrana.
Menurut Ida Bagus Sedra, Kelian Pengempon Pelelastian rangkaian pemelastian diawali dengan garga tirta, pengeresikan, pecaruan, mendak tirta Pancaka Tirta dan ditutup dengan pengubaktian.
“Ada sekitar lima puluh prelingga yang ikut melasti tahun ini,” ujarnya. Bupati Jembrana, I Gede Winasa yang hadir meninjau jalannya pelelastian mengaku kalau dirinya bahagia melihat rakyat Jembrana yang mengerti makna Nyepi. “Nyepi merupakan penyucian jagat yang harus diawali dengan penyucian diri sendiri,” tandasnya.
Menurut Winasa, Nyepi juga bisa dimaknai sebagai wahana menginstrospeksi diri untuk merenungkan apa yang telah diperbuat di masa lalu guna perbaikan di masa depan.
“Catur Brata Penyepian agar dilaksanakan dengan lascarya, jangan melakukan Nyepi karena perintah Bupati atau Bendesa tapi benar-benar merupakan keinginan sendiri,” tegasnya.
Sementara pelelastian di Kecamatan Mendoyo dipusatkan di Pantai Delod Berawah yang diikuti oleh 33 pralingga dari tujuh desa pakraman se Kecamatan Mendoyo.
Meski harus rela berpanas-panasan, ribuan umat Hindu cukup khususk mengikuti persembahyangan yang dipimpin oleh Ida Peranda dari Gria Giri Suci Mendoyo Dauh Tukad.
Selain di tiga tempat tersebut, pelelastian juga dilaksanakan di Kecamatan Pekutatan pada beberapa titik pantai, diantaranya Pantai Pengeragoan, Pantai Rambut Siwi, Pantai Gumbrih, Pantai Pekutatan dan Pantai Medewi.
Sementara itu, di Kecamatan Melaya, pelelastian dipusatkan di Pantai Candikusuma Di wilayah ini, pelelastian diikuti oleh 12 desa pakraman dengan 60 prelingga.
Setibanya di Pantai Candikusuma, prelingga tersebut berkumpul di penataran pura untuk dilakukan berbagai upacara yang dipimpin oleh Ida Peranda Sigaran Manuaba dari Gria Manistutu. (dey)
|