• Anda Ingin Beriklan di sini ? Hubungi Kami : 0361-426623 atau melalui Email : marketing@beritabali.com
DENPASAR
BADUNG
GIANYAR
BANGLI
KLUNGKUNG
KARANGASEM
BULELENG
TABANAN
JEMBRANA
[Jembrana.Peristiwa] 12.03.2010 20:20
Nyupir Truk Ngantuk, Bagiyo Tewas Beritabali.com, Melaya, Gara-gara memaksakan diri mengemudikan kendaraan jenis truk dalam kondisi mengantuk, Bagiyo Suleman (30) menemui petaka.
Sopir truk asal Umbulrejo Sidodadi, Gendangan, RT 14 RW 05 Kabupaten Malang, Jawa Timur itu tewas di tempat dengan kondisi mengenaskan setelah mengalami kecelakaan lalu lintas (lakalantas) di jalur setan Denpasar-Gilimanuk km 114 tepatnya di pertigaan SMAN 1 Melaya, Jumat (12/3).
Dari informasi yang dihimpun, Jumat (12/3) menyebutkan lakalantas hingga merenggut korban jiwa itu berawal dari mobil box L 8085 XH yang dikemudikan Suleman melaju dengan kecepatan tinggi dari arah timur.
Setibanya di TKP dengan tikungan landai ke kanan, laju mobil box tersebut tidak terkontrol dan oleng ke kanan lantaran diduga Suleman mengemudikan kendaraan dalam kondisi mengantuk.
Pada saat yang bersamaan dari arah berlawanan melaju
perlahan truk P 8803 A yang dikemudikan Kusairi (37) asal Desa Patemon RT 10 RW II Telogosari, Bondowoso, Jatim.
Kendati Kusairi berupaya menghindar dengan membanting stir ke kiri, namun lakalantas tetap tak terelakkan.
Truk yang sarat muatan beras asal Banyuwangi menuju Denpasar itu tetap bertabrakan dengan mobil box yang dikemudikan Suleman sehingga truk muatan beras terbalik yang mengakibatkan ratusan karung beras yang diangkutnya
tumpah ke got di sisi utara jalan.
Kerasnya benturan membuat kepala mobil box itu ringsek berat dan bagian kanan box nya jebol.
Ngurah, salah seorang saksi mata, menuturkan benturan keras tersebut sempat menimbulkan kobaran api.
”Sempat ada kobaran api sehingga warga tidak langsung menolong korban karena takut kobaran api itu menjilat bahan bakar yang berceceran sehingga dapat membuat ledakan,” ujar Ngurah yang rumahnya di sebelah utara TKP.
Setelah kobaran api padam, warga bersama polisi baru
melakukan upaya pertolongan dengan mengeluarkan Suleman dari kabin mobilnya.
Ketika dikeluarkan, Suleman sudah dalam kondisi tewas dengan kondisi tubuh remuk. Sementara, Kusairi mengaku telah memberi tanda agar mobil box itu kembali ke jalurnya, tetapi tetap saja melaju di jalur kanan.
“ Kemungkinan sopirnya ngantuk sehingga tidak memperhatikan tanda yang saya berikan. Untuk
menghindari tabrakan adu jangkrik saya terpaksa banting stir ke kiri, namun tetap saja bagian kanan truk saya ditabrak,” ungkapnya.
Kasat Lantas Polres Jembrana AKP I Nyoman Nuryana seizin Kapolres Jembrana AKBP R Ahmad Nurwakhid, ketika dikonfirmasi, Jumat (12/3) mengatakan Suleman meninggal karena mengalami luka robek pada kepala samping kanan, betis serta paha kanannya patah akibat tergencet kabin mobilnya.
Sedangkan baik Kusairi maupun Totok Duryanto (55), penumpang truk pengangkut beras asal Jalan Garuda 6/05 RT 04 RW 02 Kelurahan Kandang Sapi, Pasuruan, Jatim hanya
mengalami luka mengalami luka lecet.
“Sopir truk serta kernetnya selamat tanpa mengalami luka sedikitpun,” pungkasnya. (dey)