[Jembrana.Peristiwa] 12.03.2010 19:48
Semua Kapal Ferry Dioperasikan
Beritabali.com, Gilimanuk, Jumlah pengguna jasa penyeberangan di Pelabuhan Gilimanuk pada libur panjang menyambut hari raya Nyepi tahun ini diperkirakan melonjak hingga mencapai 100 persen. Tidak ingin ada antrian, PT ASDP Indonesia Ferry Cabang Ketapang-Gilimanuk mengoperasikan semua kapal ferry yang ada.
Manajer operasional ASDP Gilimanuk, Ospar Silaban, ketika dihubungi, Jumat (12/3) mengatakan pihaknya memprediksi akan terjadi lonjakan jumlah penumpang yang hendak menyeberang ke Jawa hingga mencapai 100 persen pada pekan ini lantaran panjangnya liburan menyambut Hari Raya Nyepi.
“Kalau tahun lalu, liburan Nyepi cukup singkat namun tahun ini agak panjang sehingga kita memprediksi akan terjadi lonjakan penumpang hingga seratus persen yang mulai terasa sore ini,” terangnya.
Menurut Ospar, pengguna jasa penyeberangan yang kebanyakan warga pendatang itu sebagian besar menggunakan sepeda motor dan mobil pribadi, sedangkan penumpang biasa yang menggunakan bus diprediksi tidak terlalu banyak.
“Kami prediksi lonjakan mencapai puncaknya pada H-2 (Minggu (14/3) dan H-1 Senin (15/3),” ucapnya.
Oleh karena itu, Ospar akan mengerahkan semua armada yang ada untuk melayani lonjakan jumlah penumpang tersebut agar tidak terjadi antrian.
Jika biasanya dioperasikan antara 22 sampai 25 kapal untuk melayani penyeberangan maka guna mengantisipasi agar lonjakan penumpang tersebut tidak menimbulkan antrian, mulai Jumat (12/3) semua kapal yang berjumlah 27 unit dioperasikan.
Ke-27 kapal tersebut terdiri dari, 17 Kapal Motor Penumpang (KMP) dan 10 Kapal Landing Craft Tank (LCT) atau kapal barang.
“Sebenarnya kita punya 28 kapal namun karena KMP Prathita masih ngedok, yang kita operasikan 27 kapal agar arus penyebrangan bisa lebih lancar tanpa ada antrean,”jelasnya.
Dengan pelayanan 27 kapal tersebut, Ospar menjamin tidak akan terjadi antrean panjang hingga keluar dari areal pelabuhan.
Jika nanti terjadi antrean, Ospar sudah menyiapkan solusi alternatif dengan menambah trip kapal.
“Jika dengan alternatif penambahan trip kapal masih juga terjadi antrean, kami akan memberlakukan pola penuh langsung berangkat,” tambahnya.
Ospar juga menghimbau agar para penumpang yang hendak pergi ke Jawa tidak berangkat bersamaan pada H-2 atau H-1.
“Kalau bisa bisa mendahului biar tidak terjadi antrean,” ujarnya. Namun Ospar menegaskan kondisi tersebut bisa terjadi ketika cuaca di Selat Bali bersahabat.
“Kita berharap cuaca tetap bagus sehingga semuanya lancar namun jika tiba-tiba berubah buruk kita tidak bisa berbuat banyak, penyeberangan terpaksa kita tunda,”pungkasnya. (dey)
|