[Denpasar.Iptek] 09.03.2010 17:34
Waspadai Badai Matahari 2012-2015
Beritabali.com, Denpasar, Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN) memperkirakan, puncak aktivitas matahari disertai badai matahari akan terjadi antara tahun 2012 hingga 2015. Badai matahari ini tidak akan langsung menghancurkan peradaban di muka bumi, tapi akan berpengaruh pada sistem tehnologi tinggi seperti satelit dan komunikasi radio.
Hal ini terungkap dalam acara sosialisasi pengaruh cuaca antariksa terhadap perubahan iklim di bumi. Sosialisasi digelar oleh LAPAN di kampus Universitas Udayana, Jalan Sudirman Denpasar, hari ini.
Menurut peneliti matahari dari lapan, sejak dulu matahari memiliki siklus dan tidak diam. Matahari mengalami ledakan-ledakan yang bisa sampai ke bumi.
“Selain itu, matahari juga memiliki berbagai aktivitas seperti medan magnet, bintik matahari, flare atau ledakan matahri, lontaran massa korona, hingga partikel energetic,” jelas Kabid Aplikasi Geomagnet dan Magnet Antariksa LAPAN, Clara Yono Yatini.
LAPAN memperkirakan aktivitas matahari akan mencapai puncaknya antara tahun 2012 hingga 2015. Pada puncak siklusnya, aktivitas matahari akan sangat tinggi dan terjadi badai matahari.
“Badai matahari lebih berdampak gangguan pada system teknologi tinggi seperti satelit dan komunikasi radio. Akibat badai ini, satelit yang ada di ruang angkasa bisa error, kirim data yang salah. Jadi badai matahari lebih berpengaruh pada system tehnologi, badai matahari ini bukan semburan api matahari yang membakar bumi, tidak seperti itu,” jelas Clara.
Hingga saat ini, waktu pasti terjadinya badai matahari belum bisa diprediksi secara tepat. Terkait badai matahari ini, masyarakat pengguna tehnologi tinggi seperti satelit dan komunikasi radio diminta untuk mulai mengantisipasi dampak buruk serangan badai matahari tersebut.
Selain berdampak terhadap sistem teknologi tinggi, meningkatnya aktivitas matahari dalam jangka waktu panjang juga akan berdampak terhadap perubahan iklim bumi. Dampak ekstrem peningkatan aktivitas matahari antara lain dapat menyebabkan kemarau panjang. (dev)
|