[Tabanan.Kesehatan] 09.03.2010 16:29
Warga Pupuan, Korban Rabies Ke-14
Beritabali.com, Tabanan, Ni Ketut Ardini (45) warga Banjar Paka, Desa Sandan, Kecamatan Pupuan menjadi korban ke-14 keganasan rabies di Tabanan. Ardini meninggal dunia di BRSUD Tabanan Senin sore (8/3) lalu setelah sejak Minggu (7/3) dirawat di ruang flamboyan khusus untuk pasein rabies.
Informasi yang dihimpun menyebutkan, sekitar 1,5 bulan lalu korban sempat digigit anjing miliknya sendiri. Akibatnya korban mengalami luka berdarah di jari tangan kirinya hingga berdarah.
Saat itu korban tidak mau dibawa berobat ke Rumah Sakit dengan alasan lukanya tidak besar. Korban hanya mencuci bekas luka gigitan anjing dengan air sabun.
Puncaknya, Minggu (7/3) korban mulai sulit untuk bicara, badannya lemas, takut dengan air dan tidak berani kena angin.
Akhirnya keluarga korban membawanya ke RSUD Tabanan. Korban kemudian dirawat di ruang flamboyan RSUD Tabanan yang diperuntukan merawat pasien rabies.
Kondisi korban kian menurun dan korban pun menghembuskan napas terakhirnya Senin sore (8/3). Kini jenasah korban telah dibawa ke rumah duka di Banjar Paka, Desa Sanda, Kecamatan Pupuan.
Sementara itu dr Gede Sudiarta selaku sekretaris rabies center RSUD Tabanan menyatakan korban meninggal diduga karena rabies. Hal itu didasari riwayat korban yang sempat digigit anjing 1,5 bulan lalu.
"Disamping itu gejala klinis yang ditunjukan korban mengarah korban mengidap rabies," jelasnya.
Untuk membuktikan apakah korban positif rabies, pihaknya masih memeriksa air liur korban di laboratorium. (nod)
|