[Jembrana.Peristiwa] 05.02.2010 13:41
Mabuk, Budi Tewas Dihajar Truk
Beritabali.com, Negara, Deretan nyawa melayang di jalur Denpasar-Gilimanuk kembali bertambah menyusul tewasnya Putu Budi Artawan (22) di km 91-92 tepatnya di Dusun Sebual, Dangintukadaya, Jembrana. Warga Lingkungan Munduk Waru, Dauh Waru, Jembrana ini tewas mengenaskan setelah dihajar truk tak dikenal.
Dari informasi yang dihimpun, Jumat (5/2) menyebutkan tabrakan maut hingga merenggut nyawa berawal dari meluncurnya Budi dari arah timur dengan kecepatan tinggi mengendarai Suzuki Satria DK 6709 WF tanpa mengenakan helm pengaman.
Diduga Budi yang dalam kondisi mabuk setelah sebelumnya pesta minuman beralkohol (mikol) di Mendoyo membuat laju sepeda motor yang dikendarainya zig zag.
Sementara ketika memasuki TKP, dari arah berlawanan melaju truk tak dikenal sehingga tabrakan mautpun tak terhindarkan. Sayangnya, sopir truk memilih kabur ke arah timur meninggalkan Budi yang tewas di TKP dengan kondisi mengenaskan. Kaki kanannya patah, pergelangan kaki kirinya robek dan kepalanya pecah sehingga otaknya semburat hingga berhamburan di jalan.
Dalam kesehariannya, Budi memang dikenal sebagai seorang peminum bahkan sebelum tewas, Budi sempat ikut pesta mikol di Mendoyo.
“Mungkin karena mabuk dia tidak lihat kalau di depannya ada truk sehingga terjadi tabrakan,” ujar salah seorang warga yang mengaku melihat kejadian naas itu.
Kasat Lantas Polres Jembrana AKP Nyoman Nuryana seijin Kapolres Jembrana, AKBP R Ahmad Nurwakhid ketika dikonfirmasi Jumat (5/2) membenarkan kalau kasus kecelakaan tabrak lari tersebut masih dalam penanganan pihaknya.
“Kami masih menyelidiki sopir truk yang melarikan diri tersebut,” pungkasnya. (dey)
|